SURABAYA (suarakawan.com) – Setiap kali Persebaya Surabaya berlaga di stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, selalu ada sosok suporter bonek yang satu ini.
Ya, siapa lagi kalau bukan Hamim “Gimbal” Prastian. Pria kelahiran 20 Juni 1975 silam itu mudah dikenali penonton sepakbola di stadion Gelora, karena menjadi dirigen atau distroyer grup band Yayasan Suporter Surabaya (YSS).
Sebagai dirigen, Hamim mampu memberikan warna lain di dalam stadion. Bila dia bergerak, stadion bergemuruh, seakan mau roboh. Gerakan tangan dan tubuhnya yang lemas, kontan diikuti para penabuh tambur. Hamim juga pandai memainkan irama lagu-lagu khas Persebaya.Selain itu, dengan rambut khasnya yang gimbal mudah dikenali orang, khususnya penonton sepak bola di stadion Gelora.
Sebaliknya, jika dia diam, suasana di stadion jadi hening. “Sudah lama saya menjadi menjadi dirigen dari grup band Yayasan Suporter Surabaya (YSS). Karena itu, saya senang memimpin temen-temen dalam menyanyikan lagu-lagu untuk meramaikan suasana,” ucap Hamim.
Pria asal Madura itu sangat dikagumi rekan-rekan sesama bonek YSS., karena senioritasnya. Tidak banyak suporter bonek YSS yang sudah pensiun ketika sudah berkeluarga atau mendapatkan pekerjaan tetap. Namun, Hamim mampu bertahan menjadi bonek hingga sekarang.
“Pertama kali saya masuk menjadi anggota YSS tahun 1998. Saya pendiri Korwil Serdadu Bonek,” sergahnya.
Kenapa memilih YSS? Hamim punya alasan yang proporsional. Yakni, visi dan misi YSS sesuai dengan apa yang dia harapkan. Sebagai elemen suporter tertua, YSS tidak pilih-pilih dalam memberikan dukungan. Seluruh cabang olahraga selalu didukung, tak terkecuali Persebaya IPL.
Visi dan misi YSS itu tentu berbeda dengan Asosiasi Bonek Surabaya (ABS). Organisasi suporter yang belum lama terbentuk itu hanya mendukung tim Persebaya IPL saja.
” Sebetulnya banyak, tapi saya yang paling pas adalah mendukung setiap bentuk olahraga apapun yang membawa nama Surabaya. Khususnya Persebaya,” tutur pria yang punya hobi nonton bola ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar